Postingan

Menampilkan postingan dengan label penilaian

Pendekatan Pendapatan dalam Penilaian Properti

Gambar
pixabay.com Setelah kita membahas mengenai dua metode pendekatan dalam penilaian properti, yaitu pendekatan pasar dan pendekatan biaya, terakhir mari kita coba ulas mengenai pendekatan pendapatan. Sebagaimana telah disinggung pada tulisan sebelumnya, penilaian properti dengan pendekatan pendapatan ini hanya dapat diterapkan pada properti yang dapat menghasilkan pendapatan atau income producing property. Jadi, jangan paksakan menerapkan pendekatan ini terhadap properti non produktif. Kenapa, karena pendapatan properti itu sendirilah yang menjadi bahan kita menghitung estimasi nilai dari properti terkait. Selain itu, konsep pendekatan pendapatan terkait dengan investasi jangka panjang sehingga faktor rate of return harus dapat mengakomodasi unsur resiko dan penghasilan dari properti yang kita nilai. High Risk = High Return Jadi, semakin besar resiko maka semakin besar pendapatan yang mungkin kita terima. Secara general, pendekatan pendapatan dapat kita rangkum dalam rumu...

Pendekatan Biaya dalam Penilaian Properti

Gambar
pixabay.com Setelah kita bahas mengenai pendekatan data pasar dalam penilaian property, dalam tulisan ini kita akan mengulas mengenai metode pendekatan biaya dalam proses penentuan opini nilai, a.k.a penilaian, suatu aset atau properti. Sebelumnya, untuk memudahkan kita menentukan metode mana yang lebih cocok kita terapkan saat kita melakukan penilaian terhadap suatu properti, tak salah jika kita review kembali ketiga metode pendekatan dalam penilaian beserta karakteristik asset yang lebih cocok untuk diterapkan dengan salah satu metode. Tabel metode penilaian (sumber: dok.pribadi-materi PDP MAPPI) Dalam tabel di atas dijelaskan bahwa pendekatan pasar relevan untuk diterapkan pada jenis properti apapun; hanya saja, ada syarat mutlak dalam penerapan pendekatan ini, yaitu adanya data pasar. Data pasar yang berupa data penawaran atau penjualan properti sejenis mutlak harus ada karena data tersebut akan menjadi dasar kita saat mencari nilai pasar. Lanjut ke pendekatan penda...

Pendekatan Data Pasar dalam Penilaian Properti

Gambar
pixabay.com Melanjutkan artikel sebelumnya yang membahas masalah pendekatan dalam penilaian properti,  dimulai dengan tulisan, mari kita coba membahas satu per satu pendekatan penilaian tersebut. Pertama, mari kita uraikan tentang pendekatan data pasar. Pendekatan data pasar sendiri dapat diartikan sebagai sebuah metode penilaian properti dengan menggunakan data penjualan atas properti yang sebanding ataupun hampir sebanding dengan objek yang kita nilai. Pendekatan data pasar sendiri bisa dikatakan merupakan pendekatan yang paling mudah diaplikasi dan dapat diterapkan untuk hampir ke semua jenis properti. Apartemen, ruko, mobil, tanah, atau rumah tinggal, apalagi. Hanya saja ada satu syarat yang tak bisa tidak; pendekatan data pasar hanya dapat digunakan ketika data penjualan / data pembanding tersedia. Jika tidak, pendekatan ini sama sekali tidak dapat dipakai. Konsep sederhana penilaian dengan pendekatan data pasar. (dok.pribadi) Pada dasarnya, pendekatan data pasa...

3 Metode Pendekatan Penilaian Properti Beserta Kekurangan dan Kelebihannya

Gambar
Ilustrasi Penilaian Setelah sebelumnya saya membahas tentang nilai, harga, biaya, pengertian properti, sampai sedikit tentang seluk beluk penilaian properti, di tulisan ini saya hendak mengajak rekan-rekan untuk mengenal macam metode pendekatan penilaian properti. Bagi rekan-rekan penilai, baik itu penilai independen maupun internal, pendekatan penilaian tentu saja harus sudah dipahami. Pendekatan penilaian adalah dasar kita untuk melalukan penilaian sekaligus menentukan nilai sebuah properti. Nilai atau tepatnya opini nilai yang harus dihasilkan dari sebuah proses penilaian bukanlah produk yang tiba-tiba muncul setelah kita melakukan inspeksi lapangan dan pengumpulan data. Fakta lapangan dan data yang kita dapatkan terkait properti yang menjadi objek penilaian, harus diolah sampai pada akhirnya menghasilkan sebuah opini nilai atas properti tersebut. Pada proses pengolahan data inilah metode penilaian digunakan sebagai alat pengolah untuk menghasilkan opini nilai yang rel...

Syarat-Syarat Pengajuan KPR

Gambar
Ilustrasi KPR, pixabay.com Jika sebelumnya saya sempat memosting syarat-syarat properti atau rumah yang bisa diajukan KPR, kali ini saya coba untuk berbagi informasi terkait syarat-syarat pengajuan KPR secara umum. Sebelumnya, konten yang saya buat ini sama sekali tidak terkait promo apalagi propaganda layanan Riba. Sebagai seorang muslim, saya sama sekali tidak ingin terjerumus riba dan tidak pula menyaran rekan-rekan mengambil jalan riba untuk setiap pemenuhan kebutuhan hidup, termasuk dalam kepemilikan rumah atau KPR. Untuk usaha menghindar riba, rekan-rekan bisa memilih pengajuan KPR melalui bank syariah. Di sana ada skema murabahah (jual beli) maupun Musyarakah (kongsi) yang prosesnya disesuaikan dengan kaidah muamalah yang diperbolehkan. Pun demikian, mohon tidak memaksakan diri jika belum yakin bisa melalui proses panjang kepemilikan rumah melalui KPR. Bersabarlah dan semoga pertolongan Allah SWT segera datang. Baiklah, untuk syarat-syarat pengajuan KPR sendiri, beriku...

Aspek Negatif yang Membuat Rumah Anda ditolak Bank atau KPR

Gambar
Rumah Tak Terawat. Sumber: pixabay.com Jangan terlalu bangga rumah Anda sudah bersertipikat. Nggak apa-apa, sih. Hanya saja, jika berhadapan dengan bank atau mau dijaminkan, sertipikat bukanlah satu-satunya syarat rumah bisa dijadikan jaminan bank atau mungkin masuk di pengajuan KPR. Harap dicermati, ada beberapa aspek negatif yang tidak disukai bank dari karakteristik properti yang mereka nilai sehingga kalaupun dengan adanya aspek negatif kreditnya tetap bisa jalan, bisa dipastikan, hasil penilaian propertinya akan terjun bebas. Maksudnya, turun jauh dari ekspektasi Anda. Imbasnya, nilai pengajuan Anda pun otomatis ikut turun. Jadi, apa saja aspek negatif tersebut? Berikut saya coba paparkan di sini. 1. Terkena Rencana Jalan Dalam Kredit Pemilikan Rumah (KPR), akses jalan memang menjadi salah satu persyaratan utama. Namun, beda cerita saat rumah yang kita ajukan selain punya akses yang cukup, akses jalannya sendiri ada dalam rencana pelebaran. Meski iya, RUTR atau Rencan...

KPR Ditolak? Ini Syarat Properti atau Rumah bisa KPR

Gambar
Ilustrasi KPR. Sumber: economy.okezone.com Harga properti, kian hari kian tinggi. Hal ini disebabkan karena tiap tahun properti memang seolah tidak mengenal penurunan harga. Harga properti per tahun hampir bisa dipastikan selalu mengalami kenaikan. Banyak hal yang bisa memicu kenaikan properti. Tapi konyolnya, saking pastinya, kenaikan properti seperti hanya disebab bergantinya kalender saja. Bagi para pengusaha di bidang properti, mungkin ini menjadi fakta yang menggiurkan. Namun, untuk konsumen dengan penghasilan yang tak mampu mengimbangi laju inflasi, tentu saja hal tersebut bukan kabar baik. Imbasnya hal itu memaksa jalan menyicil atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi cara paling logis untuk bisa memiliki rumah. Ironinya, setelah memutuskan mengambil rumah lewat KPR dengan kemampuan membayar cicilan yang terukur, langkah memiliki rumah masih saja bisa terjegal karena rumah yang hendak dibeli ternyata tidak memenuhi syarat untuk di-KPR-kan. Untuk mencegah hal tersebut...

Apa itu Pemanfaatan Tertinggi dan Terbaik (Higest and Best Use / HBU)

Gambar
Ilustrasi Properti, pixabay.com Dalam prinsip penilaian, Pemanfaatan Tertinggi dan Terbaik atau Higest and Best Use yang sering disingkat dengan HBU, bisa dikatakan poin yang paling menjiwai dari keseluruhan prinsip penilaian dalam kaitannya dengan layak atau tidaknya sebuah aset atau properti untuk dimiliki, dijaminkan, atau bahkan untuk dinilai. Bukan hanya penting untuk penilai, pengetahuan tentang HBU juga sangat perlu dimiliki oleh siapa pun yang memiliki kepentingan dengan sebentuk properti. Jangan sampai karena tidak pahamnya dengan HBU ini, aset Anda jatuh nilainya, Anda salah atau rugi saat beli properti, atau kena sengketa karena menguasai properti yang tak jelas legalitasnya. Secara istilah, Pemanfaatan Tertinggi dan Terbaik atau Higest and Best Use yang sering disebut HBU sendiri adalah penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari suatu properti dengan pertimbangan syarat-syarat yang mendukung akan hal tersebut. Kesimpulannya, sebuah properti bisa dikatakan mem...

Prinsip-Prinsip Penilaian Aset / Properti

Gambar
Sumber: properti.kompas.com Hai Bloggers! Lama tidak menyambung pembahasan tentang penilaian, menyambung tulisan saya tentang faktor-faktor pembentuk nilai , kali ini saya akan menuturkan tentang prinsip-prinsip penilaian. Adapun fungsi dari prinsip-prinsip yang akan dijelaskan dalam kaitannya dengan penilaian aset adalah prinsip-prinsip ini akan sangat mempengaruhi nilai yang akan dibentuk oleh sebuah aset. Dengan kata lain, jika salah satu atau lebih prinsip tersebut tak terpenuhi, maka nilai aset yang terbentuk akan tidak sesuai dengan seharusnya atau aset akan memiliki lebih rendah dari nilai pasarnya. Lantas, apakah prinsip-prinsip penilaian aset tersebut? Berikut penjelasannya: 1. Pemanfaatan Tertinggi dan Terbaik (Higest and Best Use / HBU) Prinsip pertama dalam penilaian aset / properti adalah kesesuaiannya pemanfaatan properti tersebut sesuai karakteristik fisik, lokasi, dan peruntukan, termasuk legalitas, kawasan yang ditentukan oleh pihak berwenang / pemerintah. (...