Postingan

Saat Pemilu Menelan Setengah Ribu Lebih Korban

Gambar
Petugas KPPS, Linmas, dan Pengawas, di TPS dekat rumah Kaget, atau tepatnya, "reuwas ka rerehnakeun", jika mengingat pengalaman pribadi di pemilu kemarin. Gimana nggak? Sekiranya tahu pekerjaan sebagai KPPS tak kalah beresiko dari menjadi seorang pawang ular, tentu, saya tak akan sok-sok-an siap saat Pak RT memasukan nama saya menjadi anggota KPPS. "Nih, gopek! Tolong cek mana ranjau darat yang masih aktif,  ya!" Jika melihat ratusan petugas yang kini berguguran, kedengarannya sama aja kayak gitu, kan? . Dilansir cnnindonesia.com (08/05/2019), data KPU menyebutkan, 456 petugas KPPS meninggal dunia dalam dan setelah terlibat dalam pemilu serentak bulan lalu. Jumlah ini belum termasuk anggota Panwaslu sebanyak 92 dan Polri 22 meninggal. Bukankah ini mengejutkan sekaligus menakutkan!? . Kok bisa? Ya, tentu saja bisa. Cuma kenapa? . Sebelumnya, faktor kelelahan menjadi alasan yang kerap diangkat KPU dalam berbagai kesempatan. Namun, asumsi ini justru banyak ...

Apa itu HM, HGU, HGB, HPL, Mengenal Bentuk Kepemilikan atau Penguasaan Tanah

Gambar
Ilustrasi legalitas, pixabay.com Topik soal kepemilikan lahan menyeruak setelah debat capres kemarin. Namun, terlepas dari ucapan Jokowi soal lahan yang "dimiliki" prabowo yang kemudian diakui bahwa memang lahan ratusan ribu hektar tersebut dia "kuasai" dalam bentuk HGU atau Hak Guna Usaha, persoalan terkait tanah bukanlah hal yang baru muncul menjelang pilpres yang kebetulan akan april ini saja. Teori ekonomi klasik menyebutkan, tanah termasuk pada tiga faktor produksi. Modal (capital), pekerja (labour), dan tanah (land). Bahkan, jauh masa, sebelum era revolusi industri di mana berbagai teori ekonomi mulai muncul, sejak manusia peduli dengan hak privasinya terhadap materi penopang hidupnya, tanah telah menjadi bahan rebutan yang siap jadi bibit perselisihan bahkan perang. Karenanya, untuk mencegah berbagai kisruh terkait tanah, dibuatlah aturan-aturan agar persoalan tentang kepemilikan tanah dapat berjalan secara tertib, adil, dan sesuai dalam penggunaan s...

Nilai Seorang Perempuan

Gambar
Capture Inilah Koran, 08/02/2019 Kolom Telaga Hikmah, Inilah Koran, 8/02/2019 Oleh: Andris Susanto Sekira tiga minggu ke belakang, dunia internasional dikejutkan dengan kisah nekadnya seorang perempuan Saudi bernama Rahaf Mohammed al Qunun yang melarikan diri dari keluarganya untuk mencari suaka ke Australia. Disinyalir, alasan pelarian remaja putri ini karena merasa hak-haknya sebagai perempuan terlalu dibatasi dan ditentukan oleh wali yang dalam hal ini adalah ayahnya sendiri. Bahkan, dilansir dari bbc.com (15/01/2019) Rahaf mengatakan bahwa wanita saudi diperlakukan layaknya budak. Seperti itukah faktanya? Secara regulasi, Arab Saudi memang membuat beberapa ketentuan mengikat untuk seorang perempuan dalam konteks mereka bermasyarakat. Salah satunya adalah larangan berkendara yang pada juni 2018 berhasil dibatalkan oleh putra mahkota, Mohammed bin Salman. Namun, masalahnya kini bukan hanya tentang Negara Saudi, fenomena Rahaf al Qunun berpotensi atau bahkan sudah mengarah ...

Di Bawah Purnama (Prosais)

Gambar
Full moon, pixabay.com Tak jadi juga kau datang kiranya. Padahal, sungguh berharap besar diriku, di purnama kali ini, kau akan hadir dan melewatkan malam di ruang terbuka ini untuk bercerita soal kisah hidupmu atau untuk sekadar mengenang masa lalu. Tak terlalu manis memang, aku yang hanya memiliki asa sederhana untuk merasakan lagi keakraban lama pasti saja kau suguhi indah cerita tentang kesuksesanmu, anak-anakmu, dan segala hal baru tentang dirimu, tanpa punyai jeda untuk memotong dan memintamu sejenak berhenti berbicara--menikmati keintiman kita. Bagaimanapun, aku masih menyimpan kenangan-kenangan lama yang juga manis dalam versiku. Tidakkah kau juga? Belasan tahun mestinya bukan waktu yang pendek untuk dengan mudahnya ikatan antara kita terhapus oleh banyaknya ruang lain yang telah kau singgahi kini. Aku turut bahagia. Aku tak sepicik itu untuk enggan menoleransi betapa perlu kau merasakan suasana-suasana lain di luar sana. Hanya saja, tanpa hadirmu, ada-ku seolah sem...

Apa Dosa? (Cerpen)

Gambar
Regret, sumber: ecr.co.za Setelah dua hari lalu hujan turun merata di setiap jengkal kota, sore ini memang belum ada tanda-tanda dia akan kembali menyapa. Sungguh, di era serba cepat ini, udara pun bisa ikut memanas dengan instan. Baru ditinggal hujan sebentar saja, suhu udara sekarang sudah gesit meninggi tanpa mampu dihambat rindangnya pohon dan sejuknya air sungai yang mengalir. Lah, memang keduanya sudah jarang ada di sumpeknya tata ruang kota, kan? Di sini, tanda-tanda kasih sayang alam sudah lazim diganti oleh berjajarnya gedung bertingkat dan deru dari beribu kendaraan penghasil bising dan debu. Sejurus panas di luar, suhu udara dalam ruangan pun mulai menghangat lebih dari biasanya. Termasuk di ruanganmu--salah satu ruang tertutup di lantai tiga tempatmu bekerja. Tapi, aneh saja jika sekarang hal itu membuatmu begitu kegerahan. Ruang kantormu terbilang bagus dengan segala fasilitas yang memadai ada di sana. Jadi, kalo untuk sekadar gerah, udara sejuk dari tiupan AC d...

3 Metode Pendekatan Penilaian Properti Beserta Kekurangan dan Kelebihannya

Gambar
Ilustrasi Penilaian Setelah sebelumnya saya membahas tentang nilai, harga, biaya, pengertian properti, sampai sedikit tentang seluk beluk penilaian properti, di tulisan ini saya hendak mengajak rekan-rekan untuk mengenal macam metode pendekatan penilaian properti. Bagi rekan-rekan penilai, baik itu penilai independen maupun internal, pendekatan penilaian tentu saja harus sudah dipahami. Pendekatan penilaian adalah dasar kita untuk melalukan penilaian sekaligus menentukan nilai sebuah properti. Nilai atau tepatnya opini nilai yang harus dihasilkan dari sebuah proses penilaian bukanlah produk yang tiba-tiba muncul setelah kita melakukan inspeksi lapangan dan pengumpulan data. Fakta lapangan dan data yang kita dapatkan terkait properti yang menjadi objek penilaian, harus diolah sampai pada akhirnya menghasilkan sebuah opini nilai atas properti tersebut. Pada proses pengolahan data inilah metode penilaian digunakan sebagai alat pengolah untuk menghasilkan opini nilai yang rel...

Cerita Sebelum Tidur, "No Picture Hoax!" dan Hilangnya Rasa Kemanusiaan Kita

Gambar
Ilustrasi groupie, dokumen pribadi Dari judul saja sudah ketebak ya, isi tulisannya apa. Yup! Selfie, groupie, memotret makanan dengan dalih food photography, ataupun foto kecelakaan dan duka, dalam beberapa konteks ternyata bisa mengundang masalah. Melanggar hukum? Tentu saja tidak. Disebut mengganggu secara langsung pun sangat sulit membuat pembuktiannya. Bisa disebut masalah pin hanya jika kita paham soal etika dan mencoba hidup dengan menggunakan rasa. Dalam sebuah kondisi yang tidak pas, selfie, groupie, dan foto makanan, bisa mencederai perasaan hingga bisa disebut sebagai indikasi terkikisnya rasa kemanusiaan kita. Lebay? Mmmh .... Nggak, deh! Beberapa pekan lalu, kita tentu sempat mendengar ada korban jiwa dimangsa binatang buas berjenis buaya. Saat saya tonton video youtube perihal berita tersebut, saya malah gagal fokus demi mendengar seorang ibu-ibu yang meminta mayat korban, yang dalam kondisi mengenaskan, jangan ditutup dulu karena hendak mengambil potretnya. Dari...