Postingan

Menampilkan postingan dengan label kisah inspiratif

Main Kuda-kudaan, Yuk! (Cerpen)

Gambar
Gambar: pixabay Di satu pagi yang cerah, terdengar obrolan antara dua ibu-ibu di sebuah warung sayur satu-satunya di lingkungan pemukiman bergang sempit setingkat RT. Agak aneh menurutku, masih banyak tanah kosong, rata-rata rumah punya halaman, tapi jangankan mobil, motor saja tak bisa berpapasan untuk lewat di akses yang ada di kampung ini. "Jarang keliatan, Bu Guru?"  Entah nyindir karena jarang belanja atau apa, Ceu Anah, Si Pemilik Warung, membuka percakapan dengan mengungkap kangennya kepada Bu Siti. Tetangganya yang memang sudah lama tak belanja di warung Ceu Anah. "Iya, nambah ngajar di SD, Ceu Anah." "Waduh, nggak cape? Mana sambil jualan baju lagi ya, Bu?" "Yah... mau gimana lagi. Syarat sertifikasi, Ceu. Jualan masih, cuma agak sepi sekarang mah." "Duh, padahal saya mau minta Bu Guru ngajarin anak saya ngaji. Bu Guru ngajar agama kan, ya?" "Oh...hehe, iya," jawab Bu Siti sedikit malu. ...

Cerita Panas (Cerpen)

Gambar
Gambar: pixabay.com "Ah... selesai juga," lirih Asep dalam hatinya sesaat setelah kalimat penutup itu dia genapkan pada paragraf utama yang menjadi inti dari cerita yang sedang ditulisnya. Ini bukan hal mudah buat Asep! Demi misinya ini, jam di seberang dinding ruangan tempat dia terduduk pun telah menunjuk ke hari yang lain. Dan nyatanya, cerita asep belum juga selesai. Baru inti cerita yang dia pikir bisa mendobrak jumlah pembaca. Sungguh, untuk kali ini dia sampai harus jungkir balik mencari diksi, mereka majas, menabir segala ketabuan dalam benaknya untuk menjadi layak, demi tulisannya tetap bisa ditampil, menggelitik, dan digilai di luar sana. Kalo mungkin, itu juga! "Harus nyerempet-nyerempet, sepertinya!" komentar pertama itulah yang muncul di kepalanya saat tercengang melihat sebuah cerpen yang berhasil mengepul puluhan ribu pembaca hanya dalam waktu setengah hari mengapung di dunia maya. Geleng-geleng kepala Asep tak percaya, tapi apa...

Daun Jatuh Tak Pernah Membenci yang Naik

Gambar
Gambar: receh.id Sepertinya, memang benar apa yang disebut temanku kemarin pagi, kebanyakan prolog bukan saja membuat tulisan tidak efektif, tapi juga minim faedah... Haha . Rencananya, waktu itu saya hanya hendak mengutip satu ungkapan di film Hindustan yang bertajuk 3 Idiot , karena terlalu ngalor ngidul, jempol malah mengantar pikiran ke sedikit uraian tentang film-filmnya Aamir Khan. Tapi, lumayan lah, kan jadi ada dua artikel yang terposting. Hore!!! Baiklah, kita potong saja prolognya daripada tujuan tak kunjung tertuliskan. Di sebuah scene yang menampilkan pengumuman ujian, keberhasilan Rancho mendapat predikat terbaik ternyata tak selalu berbuah kebahagiaan di hati temannya. Dalam situasi seperti itu, muncul qoute yang keren menurut saya. Dalam bahasa sendiri, kurang lebih bunyinya seperti ini, "Kita bersedih saat teman kita menjadi pecundang tapi lebih sedih saat kita lihat dia muncul sebagai pemenang." Jleb! Bukankah itu yang biasa kita rasa? Buka...

Bersantai dengan Si Melankolis Sempurna

Gambar
Gambar: Dok. pribadi Subhanallah! Wow! Ini adalah salah satu hari paling repot yang pernah saya alami. Baju kotor numpuk, alat makan kotor berbaris tak rapi, rumah berantakan, belum ada makanan pula. Sebabnya tak bukan karena Si Sulung demam plus adiknya yang tak bisa lepas dari Sang Ibu. Senyumin aja, ini ujian. Cuma bisa berbesar hati sambil beresin satu-satu. Di tengah kerjaan rumah yang tak sedikit tadi, Si Sulung yang mulai baikan muncul sifat aslinya. Segala ditanya semua dikeluhkan, "Papi pake gelas ini, nggak? Udangnya kenapa pada nggak ada kepalanya? Papih, ini laba-laba kok ada pencapitnya?" Sampai yang agak lama, dia mengeluh salah pasang mainan adiknya. Mainan yang selesai dirangkai dengan beberapa bandul berbunyi itu minta dibongkar dan dipasang ulang. Alasannya? Karena posisi bautnya salah. What!!! Sepertinya akan banyak agenda yang terlewat hari ini. Berkunjung ke saudara, mancing, sampai rencana nulis tentang finalis piala dunia pun alamat batal. A...

Mencari Pengganti "Early" di Sunyi Dini Hari

Gambar
Gambar: pixabay.com Jika orang sebut pagi penuh semangat, sepertinya tidak begitu mengena jika disemat dengan suasana hening seperti ini. Terlalu tenang dan jauh dari banyak suara hentakan kaki yang kini lebih didominasi oleh bunyi deru mesin dari serangkai besi. Memang , dari nama juga sudah lain . Ini belum pagi. Meski lewat tengah malam sudah masuk pagi di selanjutnya hari, kita mengenal nama dini hari untuk wanci yang indah ini. Masih pukul 3:09 saat kutengoh jam g awai tadi. Jika pagi diharap datang dengan semangat, dini hari justru masih belum banyak kita memandangnya penuh manfaat. Dalam tanda kutip, manfaat yang didapat saat mata lepas dari pejamnya. Kecuali jika ada jadwal bola, mungkin. Dalam kondisi yang biasa dijalani, dini hari masih dimaknai tak lebih dari sekedar waktu untuk berhibernasi. Padahal, tidak. Untuk sedikit orang, dini hari adalah masa berharga yang sayang dilewatkan begitu saja. Sedikit kita mau selidik, ada pedagang yang sudah bergegas ke pasa...

Menjalin Komunikasi Sebagai Solusi dari Berbagai Masalah pada Perkembangan Anak

Gambar
doc. pribadi Selain panjang, semoga judul di atas tidak terlalu berasa 'wow' lalu Anda menganggapnya lebay. Jujur saja, saya memang agak bingung untuk melabeli artikel yang hendak saya tulis kali ini. Namun, gagasan inti yang ingin saya bagikan kali ini memang seputar bagaimana komunikasi menjadi solusi bagi banyak persoalan anak pada masa perkembangannya. Sejenak kembali ke beberapa saat lalu atau kala anak saya berusia sekitar 2 tahunan, ada sebuah kejadian unik yang tak mungkin saya lupakan di sana. Waktu itu, keluarga kecil saya tengah berlibur di kawasan Cipanas Garut. Bermula saat saya dan anak saya tengah menikmati warna-warni ikan di kolam penginapan, munculah seorang pedagang balon dengan menenteng beberapa balon udara di tangannya. Melihat ada seorang anak kecil yang biasanya antusias terhadap jajanan dan benda baru, dia pun mendakati anak saya sambil mencoba merayunya agar tertarik. Si Anak menatap orang yang menghampirinya dengan kalem. "Mau balo...

Tentukan Sasaran dan Bidiklah!

Gambar
Ilustrasi Memanah. Dok. Pribadi Hmm.. ternyata tak semudah dikira. Pasang, tarik, bidik, dan lesatkan. Wuss... anak panah meluncur dan menancap tepat di tengah titik sasaran. Lalu tanpa ragu, jleb! Anak panah kedua menancap dengan membelah anak panah pertama. Semudah itulah bayangan memanah di benakku. Efek masa kecil keseringan nonton robin hood kayaknya. Kenyataannya, boro-boro tepat menancap di titik tengah, masih mengenai lingkaran terluar pun sudah uyuhan . Alhasil, paling tidak, di era instagramable dan opa jaman now ini, aktivitas memanah bisa menjadi salah satu postingan keren dan kekinian. Ups.. tengok saja foto di atas, hasil jepretan dengan angle yang bagus akhirnya menjadi satu-satunya hal yang menghibur karena hasil bidikan tak satu pun tepat sasaran..haha Kembali ke soal perlunya keahlian khusus dalam memanah, pantaslah di sejumlah hadis diterangkan betapa Nabi sangat mengutamakan kedudukan seorang pemanah dan aktivitas memanah. Di antara hadis tentang mema...

Isteri Orang, Sebuah Cerpen

Gambar
Isteri Orang Ilustrasi Pasangan Seolah turun meniti tangga panjang yang di kedua sisi penuh warna - warni bunga nan indah, kedekatan kami terus mengalir tanpa terasa. Kian dekat, semakin dekat, bahkan terlalu dekat untuk sekedar rekan kerja. Semua seperti dirancang untuk membawa kami semakin terikat satu sama lain. Dimulai dari datangnya dia dari luar kota sebagai atasanku, kebutuhannya untuk mengetahui wilayah kerja, karakteristik karyawan, sampai untuk sekedar tempat tinggal yang nyaman, semua aku yang menyiapkan. Bukan aku yang mencari kesempatan. Sungguh, tak perlu aku mencari kesempatan. Dan jika itu kulakukan, justru mungkin dia sudah pergi dan menghindar karena curiga. Tapi itu lebih baik sebenarnya. Lebih baik meski dari banyak kesenangan yang kami rasakan. Tapi apalah dayaku, pesonanya terlalu kuat untuk kusingkap. Dia bukan sekedar perempuan yang berbeda gender dengan pria. Dia adalah wanita yang mampu memberikan kesempurnaan bagi laki-laki. Takaran...

Buah Sebuah Ketulusan

Mas Ano, begitu biasanya warga komplek memanggilnya. Beliau adalah orang pertama yang saya kenal dekat. Maklum, selain menjabat Ketua RT, seringkali kami mengobrol dan saling bercerita soal berbagai hal, termasuk lika-liku pengalaman hidup. Dari sana lah sedikit banyak saya tahu kisah hidup Mas Ano yang asal blitar ini. Dibesarkan di keluarga petani, dari ceritanya, beliau bukan tergolong orang yang kekurangan. Untuk ukuran orang daerah keluarganya termasuk berkecukupan. Kendati demikian, Mas Ano muda telah dilatih untuk mandiri dan siap bekerja keras. Karenanya, selepas lulus sekolah, beliau lebih memilih keluar daerah daripada mencari aman mengurusi sawah dan sapi piaraan Sang Ayah. Dari sanalah petualangan Mas Ano dimulai. Berbekal niat mencari penghidupan sendiri, berbagai profesi telah dia geluti. Mulai dari satpam, penyalur saos, sampai kuli bangunan. Kebanyakan profesi tersebut dia lakoni di jakarta. Masuk dalam lingkaran hidup yang tanpa kejelasan, akhi...