Postingan

Tips Menulis, Jeli Menempatkan "di-"

Gambar
pixabay.com, edit by me Menyusul kabar penusukan Wiranto beberapa waktu lalu (lah, ini tips menulis atau artikel politik?), muncul meme berupa kalimat singkat bernada satir yang, mungkin, bisa menyebabkan kesalahpahaman para pembacanya. Tapi, tentu tidak untuk yang paham bagaimana aturan "di-" sebagai awalan (prefiks) maupun kata depan (preposisi) ditempatkan. Untuk lebih pahamnya, meski gaya penulisannya tak semua sama, kalimatnya sendiri berbunyi seperti ini: - Wiranto bukan di Serang tapi di Pandeglang. Terlepas apa tujuan dari usaha memviralkan tulisan tersebut, kunci untuk memahami kalimat pendek tersebut adalah jeli melihat penempatan "di". Pada kalimat tersebut, di diletakan di depan dan terpisah dari kata selanjutnya dan itu artinya dia sebagai kata depan (preposisi) yang menunjukan posisi atau letak. Berbeda jika di ditulis tersambung dengan kata yang mengikutinya. Di sana, di berfungsi sebagai prefiks atau awalan yang menunjukan kata kerja p...

Tips Menulis, Nulis, Yuk! Sebuah Prolog

Gambar
Dok.pribadi Sebelum maret 2006, mungkin saya tak pernah berpikir untuk bisa menempatkan tulisan di sebuah media massa yang oplahnya mencapai dua juta eksemplar per hari pada waktu itu. Seolah mendapat anugerah tak terkira, hari kamis, 26 Maret 2006, artikel pertama saya dimuat di rublik Mimbar Akademik, Harian Pikiran Rakyat--koran regional jawa barat. Sungguh luar biasa untuk ukuran seorang mahasiswa yang berasal dari kampung, gaptek, dan kurang referensi bacaan seperti saya. Lebih keren lagi, tulisan berjudul "Tawakal atau Tak Paham"--tulisan yang dimuat tersebut--hanya merupakan tulisan percobaan ke dua yang saya kirimkan. Artinya, saya tak harus berkali-kali berusaha untuk mengadaptasi isi dan gaya tulisan yang diminta oleh redaktur rubrik tersebut. Tak ayal, pasca peristiwa tersebut semangat menulis pun semakin meningkat, dan alhamdulillah di tahun tersebut beberapa artikel saya berhasil dimuat. Masih di Rubrik Mimbar Akademik Harian Pikiran Rakyat, lainnya di R...

Vitamin D dan Kunjungan Jokowi ke Papua

Gambar
Kunjungan Jokowi ke Papua. Sumber: bbc.com Entahlah, kenapa beberapa hari belakangan ini vitamin D malah menjadi concern saya. Sempat terpikir, bahkan saya akan mewajibkan Si Cinta berjemur tiap pagi demi memenuhi kebutuhan salah satu zat yang dibutuhkan tubuh tersebut--biar lebih bugar; bukan suapaya dia nyaingin atau nyesuaiin dengan warna kulit yang saya punya. Kabar baik sekaligus buruk, akhirnya didapat dari hasil menjelajah google. Pemenuhan vitamin D itu tak perlu dengan berlama-lama memapar diri dibawah pancaran sinar UV. Apalagi sinar UV buat ngecek keaslian uang kertas. Sangat tidak dianjurkan! Cukup hitungan menit 2 sampai 3 kali seminggu saja. Dan itu artinya, tak akan menyita banyak waktu untuk bersih-bersih rumah dan masak, tak perlu juga berjemur sampe gosong tanpa pakaian lengkap. Bukan hanya vitamin D, kegaduhan pun dijamin datang jika kaum perempuan bebas bejemur di jalan komplek depan rumahnya demi berburu vitamin D. Udah mah pot bunga, kasur kena ompol, ...

Sarapan Terbaik Bernama Bunda (parenting)

Gambar
Bunda dan Ananda, dok.pribadi Salam! Apa kabar, Ayah Bunda yang senantiasa siaga menjaga buah hatinya? Semoga kabar baik, ya! Eh, dah pada sarapan? Jangan sepelekan sarapan, ya! Nutrisi awal akan berperan vital pada aktivitas kita selanjutnya. Bahkan bisa berimbas fatal, loh! Dua minggu jarang sarapan, tetanggaku dua minggu lebih harus dirawat di rumah sakit, loh! Bukannya nakut-nakutin, ya. Mencegah kan lebih baik daripada ditangkep polisi! Hehe .... Sarapan sebagai bekal awal itu sangat perlu, kita tak akan pernah tahu dengan pasti apa yang akan dihadapi. Jadi, bersiaplah biar nggak panik mirip diriku beberapa hari lalu, buka hp pagi-pagi setelah sehari sebelumnya tak disentuh, tiba-tiba kubaca chat yang cukup menarik kalo tak perlu dibilang panik. Sebuah nomor yang namanya belum masuk daftar kontak memintaku menulis tentang parenting. "Hah?" Agak sempat bengong karena mungkin saja ini chat nyasar yang niatnya dikirim ke Ayah Edi atau Kak Seto. Tapi setelah kubuk...

Hadirkan Cinta dalam Bekerja

Gambar
pixabay.com Mengenang sekian tahun lalu, sempat aku membaca sebuah postingan di web internal perusahaan tempat kerjaku kala itu. Sebuah tulisan yang mampu membuat aku bertahan menjalani rutinitas pekerjaan yang sungguh sudah tak aku punyai lagi hasrat untuk menjalaninya. Tulisan sederhana itu kurang lebih seperti ini, Jika Anda tidak mencintai pekerjaan Anda, cintailah rekan-rekan kerja Anda. Munculkan kerinduan untuk bertemu dan berinteraksi dengan mereka. Jika rekan-rekan kerja Anda juga tidak bisa Anda cintai, cobalah cintai suasana dan tempat kerja Anda. Ketenangan, kenyamanan, gedung kantor, atau bahkan bunga hias yang terletak di pinggir kantor Anda. Cintailah, sehingga mampu memunculkan gairah Anda berangkat kerja dan melakukan segala tugas pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Jika pekerjaan, rekan, suasana dan gedung kantor masih belum bisa Anda cintai, Cintailah perjalanan pergi dan pulang kerja Anda. Nikmati setiap pengalaman yang bisa Anda temukan di sana sehingga ...

Pendekatan Pendapatan dalam Penilaian Properti

Gambar
pixabay.com Setelah kita membahas mengenai dua metode pendekatan dalam penilaian properti, yaitu pendekatan pasar dan pendekatan biaya, terakhir mari kita coba ulas mengenai pendekatan pendapatan. Sebagaimana telah disinggung pada tulisan sebelumnya, penilaian properti dengan pendekatan pendapatan ini hanya dapat diterapkan pada properti yang dapat menghasilkan pendapatan atau income producing property. Jadi, jangan paksakan menerapkan pendekatan ini terhadap properti non produktif. Kenapa, karena pendapatan properti itu sendirilah yang menjadi bahan kita menghitung estimasi nilai dari properti terkait. Selain itu, konsep pendekatan pendapatan terkait dengan investasi jangka panjang sehingga faktor rate of return harus dapat mengakomodasi unsur resiko dan penghasilan dari properti yang kita nilai. High Risk = High Return Jadi, semakin besar resiko maka semakin besar pendapatan yang mungkin kita terima. Secara general, pendekatan pendapatan dapat kita rangkum dalam rumu...

Pendekatan Biaya dalam Penilaian Properti

Gambar
pixabay.com Setelah kita bahas mengenai pendekatan data pasar dalam penilaian property, dalam tulisan ini kita akan mengulas mengenai metode pendekatan biaya dalam proses penentuan opini nilai, a.k.a penilaian, suatu aset atau properti. Sebelumnya, untuk memudahkan kita menentukan metode mana yang lebih cocok kita terapkan saat kita melakukan penilaian terhadap suatu properti, tak salah jika kita review kembali ketiga metode pendekatan dalam penilaian beserta karakteristik asset yang lebih cocok untuk diterapkan dengan salah satu metode. Tabel metode penilaian (sumber: dok.pribadi-materi PDP MAPPI) Dalam tabel di atas dijelaskan bahwa pendekatan pasar relevan untuk diterapkan pada jenis properti apapun; hanya saja, ada syarat mutlak dalam penerapan pendekatan ini, yaitu adanya data pasar. Data pasar yang berupa data penawaran atau penjualan properti sejenis mutlak harus ada karena data tersebut akan menjadi dasar kita saat mencari nilai pasar. Lanjut ke pendekatan penda...