Di Bawah Purnama (Prosais)
Full moon, pixabay.com Tak jadi juga kau datang kiranya. Padahal, sungguh berharap besar diriku, di purnama kali ini, kau akan hadir dan melewatkan malam di ruang terbuka ini untuk bercerita soal kisah hidupmu atau untuk sekadar mengenang masa lalu. Tak terlalu manis memang, aku yang hanya memiliki asa sederhana untuk merasakan lagi keakraban lama pasti saja kau suguhi indah cerita tentang kesuksesanmu, anak-anakmu, dan segala hal baru tentang dirimu, tanpa punyai jeda untuk memotong dan memintamu sejenak berhenti berbicara--menikmati keintiman kita. Bagaimanapun, aku masih menyimpan kenangan-kenangan lama yang juga manis dalam versiku. Tidakkah kau juga? Belasan tahun mestinya bukan waktu yang pendek untuk dengan mudahnya ikatan antara kita terhapus oleh banyaknya ruang lain yang telah kau singgahi kini. Aku turut bahagia. Aku tak sepicik itu untuk enggan menoleransi betapa perlu kau merasakan suasana-suasana lain di luar sana. Hanya saja, tanpa hadirmu, ada-ku seolah sem...