Postingan

Perbedaan Arti Properti, Personal Properti, Real Properti, dan Real Estate

Gambar
Ilustrasi Nilai Properti Tak diragukan lagi, hampir tiap orang pernah mendengar bahkan mengucap kata "real estate". Namun, sudah pahamkah kita makna sebenarnya dari kata real estate? Coba, apa yang ada di benak Anda ketika mendengar frasa real estate ? Perumahan elit? Yup, Anda tidak salah jika mengikut pada pemahaman kebanyakan orang. Bahkan, dengan keheranan, saya sempat menemukan makna real estate sebagai hunian mewah atau lux diadopsi di salah satu poin dalam petunjuk pelaksanaan / juklak perusahaan yang melayani kredit kepemilikan rumah. Poin di juklak tersebut intinya menyebutkan, rumah yang berada di kawasan yang dalam dua tahun terakhir pernah terendam banjir, masih bisa dibiayai dengan beberapa syarat yang salah satunya adalah kawasan real estate. Tentu, yang dimaksud di sini adalah kawasan elit, mewah, dengan penghuni yang bertaraf ekonomi tingkat atas. Saya cukup prihatin melihatnya. Jika kita sebagai orang awam, bolehlah, menggunakan dua kata t...

Sawah, Sebuah Cerpen

Gambar
Sawah Sudah sangat berbeda, pesawahan itu kini tinggal menyisakan dua garis pematang yang memisahkan 3 sisi petak-petak sawah di kiri dan kanannya. Panjang masing-masing pematang tak lebih dari 200 meter. Jumlah petak sawahnya pun tinggal tujuh belas. Persis usiaku sekarang. Kontras dengan 13 tahun lalu saat aku dan bapakku sering duduk di pinggir pematang yang sudah dilapis semen dan lebih mirip jalan gang daripada galengan . Sedari dulu, pematang tengah pesawahan ini memang telah dibuat lebih kokoh karena difungsikan bukan sekedar pembatas hak para pemilik sawah tetapi juga jalan penghubung antara kampungku dengan jalan desa. Karenanya, pematang ini lebih sering diinjaki ban sepeda motor daripada kaki kerbau yang hendak membajak sawah. Kerbau yang membajak sawah. Ya, itulah alasanku kerap kali merengek minta jalan-jalan ke sawah pada bapakku. Biasanya, bapakku sudah duduk di kursi depan ditemani kopi hitam beraroma khas. Jika aroma kopi sudah kucium, mata sepet ...

Isteri Orang, Sebuah Cerpen

Gambar
Isteri Orang Ilustrasi Pasangan Seolah turun meniti tangga panjang yang di kedua sisi penuh warna - warni bunga nan indah, kedekatan kami terus mengalir tanpa terasa. Kian dekat, semakin dekat, bahkan terlalu dekat untuk sekedar rekan kerja. Semua seperti dirancang untuk membawa kami semakin terikat satu sama lain. Dimulai dari datangnya dia dari luar kota sebagai atasanku, kebutuhannya untuk mengetahui wilayah kerja, karakteristik karyawan, sampai untuk sekedar tempat tinggal yang nyaman, semua aku yang menyiapkan. Bukan aku yang mencari kesempatan. Sungguh, tak perlu aku mencari kesempatan. Dan jika itu kulakukan, justru mungkin dia sudah pergi dan menghindar karena curiga. Tapi itu lebih baik sebenarnya. Lebih baik meski dari banyak kesenangan yang kami rasakan. Tapi apalah dayaku, pesonanya terlalu kuat untuk kusingkap. Dia bukan sekedar perempuan yang berbeda gender dengan pria. Dia adalah wanita yang mampu memberikan kesempurnaan bagi laki-laki. Takaran...

Belajar Ikhlas dari Syeikh Kepala Ikan

Gambar
The Power of Hungry. Mungkin itu yang cocok untuk judul dari foto kerangka ikan ini. Bukti bahwa lapar tidak bisa diobati dengan 'aral'..huehe Dan hati-hatilah dengan lapar. Karena saat lapar, manusia bisa makan apa saja yang ada di hadapannya. Dari makanan yang ada di dapur sampai uang anak-anak murid yang ada di tabungan. Pinjem tentunya..hehe tapi inget ya, pinjem harus ada akadnya Terlepas dari judul, niat saya up load gambar ini adalah mencegah orang yang melihat untuk 'kabita'. Tertarik, ingin mencoba, iri, bahkan jadi ngomel dan menganggap pengunggah pamer. Nah, klo cuma terkorak kepala sama duri ikan saja, saya pikir nggak ada kali ya orang yang masih nyinyir. Naon sih 'nyiyir', teh? Baru kali ini saya pake kata itu, entah kenapa, kurang nyaman saya pake kata itu. Lagian, selama ini saya emang biasa membiarkan rambut saya apa adanya. Saya mah tidak berlebihan orangnya. Hep, ah.. Balik soal unggah tengkorak kepala dan duri ikan, say...

Sebuah Renungan dari Sosok Seorang Ayah

Gambar
Titip Rindu Buat Ayah Tak usah ditanya seberapa besar sayang seorang ayah terhadap anaknya. Sungguhpun sering tak se-eksplisit seorang ibu--nurani seorang ayah tak jarang harus berjuang menutup sebagian kasihnya terungkap demi naluri kelaki-lakian yang tak elok untuk terlalu mengumbar perasaan--untuk seorang anak laki-laki, tak perlu mencari pembuktian atas itu. Jika Tuhan berkehendak, siklus kasih sayang ayah-anak akan terulang dan terbukti pada waktunya. Seberapa besar sayang kita terhadap anak kita? Besar, begitu besar, bahkan tak terhingga. Untuk anak, banyak ingin yang kita tahan demi mendahulukan inginnya. Banyak harap yang kita abaikan demi penuhi harapnya, banyak bahagia yang kita lewatkan demi menghadirkan bahagianya. Tidakkah itu membuat kita sadar seperti itulah ayah kita. Butuh perjuangan berat bagi ayah kita untuk menahan mewujudkan keinginannya demi mendahulukan ingin kita, mengabaikan harap pribadinya demi memenuhi harap kita, dan mengabai...

Waras Melihat Sumber Waras

Gambar
RS Sumber Waras. Pertama dengar, saya pikir ini adalah nama rumah sakit jiwa. Kata waras untuk orang sunda lebih identik dengan kesehatan jiwa, bukan jasmani. Dulu, kadang saya agak tersinggung jika berkunjung ke keluarga bapak yang jawa cirebonan dan sanak saudara di sana biasa nanya, “Bapak, Ibu, waras, Nang?” “Hoh?” Pasti saya bengong dulu sebelum menjawab. Karena alasan tadi, heboh soal sumber waras, saya anggap wajar saja. “Ah, paling kisruh para alumni sumber waras yang belum sehat betul,” pikir, saya. Tapi, lama-lama gatel juga denger orang ngomong lahan, NJOP, dan Nilai Pasar Tanah. Kok, kayak kerjaan sehari-hari saya? Akhirnya tergelitik ingin tahu juga tentang masalahnya. Maaf ya, saya nggak minat cari siapa yang bener, pun soal seharusnya itu tanah dihargai berapa , saya tak punya urusan . Bodo amat, bukan tanah Enyak Gua ini! Sebagai petugas penilai aset, di sini, saya sekedar ingin berbagi opini soal letak tanah dan turunannya. 1. Letak Menurut BPK, Lah...