Postingan

Menampilkan postingan dengan label kisah bijak

Silaturahmi Tak Terbukti Luaskan Rizki

Gambar
Gambar: pixabay.com Alhamdulillah, kesampaian juga. Entahlah, entah semua terjadi karena dorongan hati yang terlalu kuat untuk tidak melewatkan momen bahagia kakak sepupu di akad sekaligus walimatul ursy-nya yang dihelat hari ini atau apa? Alasan jauh, repot lagi ada bayi, sampai itungan biaya transportasi, sungguh sudah siap untuk dijadi tameng dalih atau sekedar alibi, tadinya. Namun, sudah terlalu lamanya tak mengunjungi, banyak beda yang mungkin telah terjadi, hingga bisa jadi, ini adalah kesempatan bersua yang terakhir kali, mengingat saudara-saudara bapak sudah tak muda lagi, akhirnya saya pergi juga meski tanpa didampingi istri yang masih repot ngurusin bayi. Benar saja, silaturahmi terasa penuh arti dan pertemuan pun menjadi jalan saling mentafakuri soal apa yang masing-masing alami. Berbagi cerita, saran, maupun do'a terasa lebih bermakna di antara sanak saudara yang sudah lama tak bersua. Alhamdulillah.... Sebenarnya dan seharusnya, silaturahmi memang buk...

Cerita Panas (Cerpen)

Gambar
Gambar: pixabay.com "Ah... selesai juga," lirih Asep dalam hatinya sesaat setelah kalimat penutup itu dia genapkan pada paragraf utama yang menjadi inti dari cerita yang sedang ditulisnya. Ini bukan hal mudah buat Asep! Demi misinya ini, jam di seberang dinding ruangan tempat dia terduduk pun telah menunjuk ke hari yang lain. Dan nyatanya, cerita asep belum juga selesai. Baru inti cerita yang dia pikir bisa mendobrak jumlah pembaca. Sungguh, untuk kali ini dia sampai harus jungkir balik mencari diksi, mereka majas, menabir segala ketabuan dalam benaknya untuk menjadi layak, demi tulisannya tetap bisa ditampil, menggelitik, dan digilai di luar sana. Kalo mungkin, itu juga! "Harus nyerempet-nyerempet, sepertinya!" komentar pertama itulah yang muncul di kepalanya saat tercengang melihat sebuah cerpen yang berhasil mengepul puluhan ribu pembaca hanya dalam waktu setengah hari mengapung di dunia maya. Geleng-geleng kepala Asep tak percaya, tapi apa...

Mencari Pengganti "Early" di Sunyi Dini Hari

Gambar
Gambar: pixabay.com Jika orang sebut pagi penuh semangat, sepertinya tidak begitu mengena jika disemat dengan suasana hening seperti ini. Terlalu tenang dan jauh dari banyak suara hentakan kaki yang kini lebih didominasi oleh bunyi deru mesin dari serangkai besi. Memang , dari nama juga sudah lain . Ini belum pagi. Meski lewat tengah malam sudah masuk pagi di selanjutnya hari, kita mengenal nama dini hari untuk wanci yang indah ini. Masih pukul 3:09 saat kutengoh jam g awai tadi. Jika pagi diharap datang dengan semangat, dini hari justru masih belum banyak kita memandangnya penuh manfaat. Dalam tanda kutip, manfaat yang didapat saat mata lepas dari pejamnya. Kecuali jika ada jadwal bola, mungkin. Dalam kondisi yang biasa dijalani, dini hari masih dimaknai tak lebih dari sekedar waktu untuk berhibernasi. Padahal, tidak. Untuk sedikit orang, dini hari adalah masa berharga yang sayang dilewatkan begitu saja. Sedikit kita mau selidik, ada pedagang yang sudah bergegas ke pasa...