Naluri Seorang Ibu

Gambar: pixabay.com Jika beberapa hari lalu ramai diberitakan tentang seorang ibu yang menganiaya anaknya yang masih bayi; pastilah ada masalah besar yang melatari kejadian semisal itu. Karena secara naluriah, takkan ada ibu yang tega menyakiti buah hatinya. Toh, dia bisa dipanggil ibu pun karena sudah beranak, kan? Anak manusia, ya! Bukan "darma wanita" atau "arisan". Lebih dari sekadar tidak menyakiti. Fitrah seorang ibu adalah mencintai, menyayangi, mengasihani, dan rela berkorban atau selalu mengutamakan kebutuhan anak-anaknya. Buat yang terakhir, kemarin saya saksikan sendiri buktinya. Di hari yang tengah ada pada puncak teriknya, melalui sudut mata, kutangkap sosok Wati tengah berjalan sedikit tergesa dengan makanan yang dibawanya. Apa yang dia pikirkan? saya tak paham. Dia tak menuliskannya di status wa atau fb. Bahkan, saat kutanya, "Dari mana, Mak?" Dia melengos. Sial, sombong sekali dia! Tapi, tak bisa dihindar, aku penasaran. Mataku ...