Skip to main content

Posts

Nulis Cerpen, Yuk!

Sebagaimana kita yang piawai membaca cerpen, mungkin kita juga beranggapan mudah untuk menulisnya. Ya, nggak? Jika iya, dan ternyata emang gampang, berarti teman-teman memang berbakat dan layak untuk menjadi cerpenis kelas atas semisal Ayu Utami atau Djenar Mahesa Ayu atau Mak Nini Pipit Senja. Hadeuuh, ketahuan umur, deh!

Sebaliknya, jika kamu beranggapan gampang dan nyatanya nulis cerpen itu sulit, maka kamu tak beda dengan saya. Haha.

Tapi yakin deh, meski sulit dan kamu nggak yakin cerpenmu bagus karena nggak pernah lolos kurasi di media mainstream, bisa jadi, itu hanya masalah teknis atau mungkin cita rasa kurator saja yang belum mampu mencapai kesadaran utuh untuk mengecap dan memahami bahwa karya teman-teman sebenarnya layak untuk diapresiasi lebih. Saya mencoba membesarkan hati sendiri. Wkkk

Intinya, jangan menyerah dan jangan takut untuk terus menulis. Karena lambat laun --kok lambat laun? Sama aja dong?-- cepat atau lambat, dengan terus menulis akan mengasah kemampuan teman…
Recent posts

Teman Sehati atau Teman Sejati? Berkaca pada Kisah Bohemian Rhapsody

Beberapa waktu lalu akhirnya kusempatkan juga nonton Bohemian Rhapsody. Diawali males karena banyak cerita miring di balik lagu, pun kehidupan Freddie Mercury yang kontroversial, nggk kuat juga ternyata menahan asa buat bernostalgia dengan karya-karyanya Queen yang mendunia.

Eh ... maaf ada yang salah. Nyimak, maksudnya! Bukan bernostalgia! Dikira aku seangkatan Bokap Loe, apa?

Benar saja, Gaes! Sajian apik lagu-lagu Queen seperti Love of My Life, Radio Gaga, We will Rock You!, We are The Champion!, Don't Stop Me Now!, atau bahkan I Want to Break Free, yang klipnya nyeleneh, cukup memanjakanku di sela menikmati film yang sukses bukan hanya dari sisi komersil tapi juga sineas ini.

Bukan itu saja, penampilan Rami Malek sebagai Freddie Mercury pun memang layak diganjar dengan penghargaan Oscar selain penghargaan yang sebesar-besarnya bagi para tamu undangan (maaf lagi musim nikahan).

Dia begitu menjiwai dan mampu menghidupkan sosok vokalis nyentrik tersebut. Agak minus di postur, si…

Praduga di Hari Pertama Sekolah (Cerpen)

- Nggak diabisin sarapannya, Say?
- Buru-buru, takut kesiangan.
- Kesiangan apaan? Nggak sambil nganter sekolah Imas ini.
- Ih ... jalanan macet. Banyak yang lagi ngabisin duit.
- Ah, alesan!
- Dah ah, berangkat ya! Ai lep yu, Beb!

Lagi-lagi seperti itu! Berangkat buru-buru, pulangnya pasti telat! Belakangan, suamiku emang lagi agak aneh. Kerjanya jadi makin giat! Bagus, sih! Masalahnya, setoran ke aku-nya kok nggak ikut ningkat?

Jujur, sebelumnya tak pernah kuizinkan sedikit pun praduga buruk terhadap suamiku bersemayam di ruang hati yang tak pernah juga beruforia luar biasa ini. "Asa teu kudu!" Was-was soal banyaknya kebutuhan pokok keluarga dan anak yang mesti dipenuhi saja sudah cukup mengusik jam-jam tenangku menonton drakor. So ...  tak perlulah rasanya aku kerajinan menyisipkan sangka yang hanya bakal menambah kegalauan hati dan mempersempit tenang di waktuku nunggu cucian kering.

Lelakiku tipe yang setia, kok! Dia sangat mencintai keluarga. Paling nggak, dia tak per…

Sephia, Alangkah Beruntungnya Nasibmu!

Merasa hubungan yang terjalin antara dirinya dan Sephia bukanlah hubungan yang menjanjikan indahnya jalinan dua insan dalam balutan kasih dan sayang, lelaki yang sebelumnya seolah takkan mampu melupakan apalagi meninggalkan dia, memutuskan untuk pergi dari kekasih gelapnya itu.

Kisah Sephia yang mengharap abadi dalam jalinan terlarang sebatas kekasih gelap itu berujung tragis dengan perpisahan tanpa hangatnya pelukan dan sendunya lambaian tangan. Hiks .... Melalui lantunan duta, Eros memutuskan agar Si Lelaki tak lagi datang, pulang, atau menemui Sephia. Ah, kejamnya Eros! Dia tak pernah mengerti betapa penatnya nangis di kamar mandi. Sendiri, lagi!

Tapi, ternyata tak sesuram itu juga, sih! Mungkin, terlalu lama kita terbuai gambaran kelam soal nasib kekasih gelap yang ada di salah hitnya Sheila on 7 sekira dua dasawarsa lalu itu. Beranjak waktu, sekarang, bisa jadi kita malah sepakat bahwa Sephia justru bernasib baik. Ya, nasib Sephia yang ditinggalkan kekasihnya tadi tergolong beru…

Badla, Amithab Bachchan Rasa Sherlock Holmes

Sepuluh menit pertama nonton film yang berhasil meraup sukses lebih dari 10 kali budget produksinya ini,  saya agak kecewa. Saya merasa menonton ulang The Invisible Guest, film Spanyol yang pernah saya tonton dan cukup saya apresiasi sebagai sebuah karya cineas yang apik. Ya ampun, harapan saya mendapat tontonan seru di balik nama besar Amithab Bachchan, hanya berujung pada film tiruan, kah?

Untung saja, saya masih paksakan bertahan dengan harapan lain berupa akan adanya kejutan-kejutan berbeda pada cerita Badla dari The Invisible Geust sebagai film rujukannya. Dan ternyata ... Nggak ada, tuh! Haha .... Namun, kabar baiknya adalah saya mampu menyelesaikan tontonan tersebut sampai akhir dan terpuaskan. Film remake ini ternyata tak mengecewakan sebagaimana biasanya karya yang dibuat ulang selalu dibayangi kesuksesan karya aslinya.

Selain Amitabh Bachchan, pemeran utama film ini dimainkan oleh Taapsee Pannu. Artis Hindi yang jelita ini benar-benar tampil apik dan memukau meski tanpa liu…

Capernaum, Gambaran Kehidupan Anak-Anak yang Memilukan dan Menyesakkan Dada

"Ada yang ingin kau katakan?", tanya hakim kepada Zain.
"Saya kecewa pada orang tua saya," jawabnya dengan tenang.
"Kecewa kenapa?"
"Karena melahirkan saya."

Bagi saya pribadi, potongan percakapan di awal film Capernaum di atas sudah cukup menyesakan dada. Apa yang membuat seorang anak sampai dia menyesalkan kedua orang tuanya karena telah melahirkannya?

Zain al Hajj adalah anak berusia sekitar 12 tahun yang harus mendekam di penjara Roumieh, Beirut, karena dakwaan penusukan. Persidangan yang ditampilkan di awal film itu sendiri adalah persidangan lain di mana di sidang tersebut justru giliran Zain yang menuntut orang tuanya.

Hidup di salah satu sudut rumah susun seadanya, Zain dikisahkan hidup berdesakan dengan kedua orang tua dan kelima adik-adiknya. Zain sebenarnya bukan anak pertama, dia memiliki kakak yang diceritakan ada di penjara. Karenanya, anak berperawakan kurus itu harus berusaha menyambung hidup dengan bekerja di sebuah toko kelont…

Uang Baru

Beberapa hari ke belakang saya sempat dibuat kagum dengan fenomena beberapa teman yang bolak - balik nuker uang baru. Kagum plus sedikit heran tepatnya. Haha ....
.
Gimana nggak, di banyak obrolan mereka tentang sulitnya kondisi sekarang ini, giliran menghadapi lebaran, nyata terpampang, jatah mereka membagi sedekah atau mungkin zakat ternyata masih di tataran wah dalam perspektif saya yang malah disenyumin tak manis sama teller karena nuker cuma sebesar ratusan ribu.
.
"Kalo nggak kere, pasti pelit ni orang!?" Begitu, mungkin guman yang muncul di benak teller yang tampak cantik dan belum mengecap pahit getirnya pergumulan di jelang hari raya. Haha .... Bodo amat, ah!
.
Soal lain, gegara fenomena ini, hampir saya setuju dengan para penafsir mimpi yang seringkali nyinyirin orang yang ngeluhin kondisi perekonomian di hari-hari ini. "Mall penuh, restoran padat, jalanan macet, mana ada ekonomi lagi sulit?" Macam ntu mereka biasa mengigau.
.
Jika tutur mereka jujur tan…