"Jangan Menunggu Bahagia Untuk Berkumpul," Lagi, Mencoba Menyelami Celotehan Ustad Evie Effendi
Gambar: youtube.com "Malu dong sama keluarga kaleng. Di lebaran ini mereka selalu berkumpul. Masa kamu nggak? Ibu dan anak-anak yang ada di kaleng khong guan akhirnya bertemu sama ayahnya yang jadi tentara di kaleng monde dan juga tantenya yang ada di kaleng nissin. Jangan tunggu bahagia untuk berkumpul, berkumpullah dan kau akan bahagia." Ceramah Ustad Evie Effendi memang tak melulu mengulas ayat dan hadis, beliau cukup pandai mengemas konten ceramah dengan bahasa ringan keseharian dan hal-hal yang kekinian. Tiap da'i memiliki plus dan minus yang kemudian menjadi ciri khasnya masing-masing. Dengan ciri khasnya, ustad evie pun memiliki audience sendiri yang didominasi dari kaum muda. Bisa jadi, hal yang paling membekas dari ceramah ustad evie lebih banyak berupa celotehan-celotehannya yang menggekitik. Namun, jika direnungi, ada makna mendalam yang bisa kita ambil dari celotehan-celotehan tersebut. Dan saya yakin, hal itu akan lebih mudah mengena bagi kebanyaka...